ANALISIS PERBANDINGAN UKURAN KONTRUKSI KAPAL KAYU PADA GALANGAN TRADIOSINAL DENGAN BKI DAN HUBLA

Diterbitkan : 11 February, 2013 - Kategori Prospek

Oleh: Petrus Pattiasina

Abstrak

Peminat kapal kayu tipe pinisi untuk dijadikan kapal wisata meningkat tiap tahun, karena
mempunyai nilai budaya yang unik, murah, dan  teruji ketangguhannya dalam pelayaran
(Pinisi Nusantara 1986). Pembangunan kapal  ini umumnya dibangun di galangan kapal
tradisional, sehingga penentuan ukuran kontruksi  juga dominan ditetapkan oleh pemilik
galangan,  kecuali  jika  pemilik  kapal menyiapkan  gambar  rancangan  kontruksi.  Ukuran
kontruksi  tradisional  tentu  berbeda  dengan  yang  dipersyaratkan  oleh  BKI  dan
Dep.Hub.Laut,  namun  perlu  dikaji  berapa  besar  dan  variable  apa  yang  mendasari
adanya perbedaan.
Tujuan  kajian  ini  adalah menemukan  perbedaan  ukuran   kontruksi  dan  variable  yang
menentukan. Dengan menggunakan metode    komparatif    dan  regresi, maka  diperoleh
nilai  dan  varibel  pembeda  pembeda.  Hasil  kajian  menunjukan  bahwa  ukuran  buatan
tradional mempunyai ukuran yang lebih kecil,  terhadap BKI rata-rata (t = 2,3 -39,3 %, b=
7,1 – 51,5 %) dan Dep.hub.laut ( t = 1-41 %, b = 2,3 – 57,4 %). Perbedaan terbesar pada
galar  dan  balok  geladak  akibat  jarak  yang  berbeda  pula, menurut  klas  tergantung  nilai
L(B/3  +H),  Dep.  Hub.  Laut  teruntung  panjang  kapal  dan  tradisi  cenderung  jarak  tetap
yang berubah hanya tebal bertambah sesuai besar panjang kapal.
Kata kunci : Komparatif ukuran kontruksi

Download ANALISIS PERBANDINGAN UKURAN KONTRUKSI KAPAL KAYU PADA GALANGAN  TRADIOSINAL DENGAN BKI DAN HUBLA
0 x di download

...